Pemkot Surabaya Gandeng IDI Perkuat Layanan Kesehatan Berbasis RW

photo

SURABAYA, 29 JANUARI 2026 – Pemerintah Kota Surabaya menjalin kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat secara promotif dan preventif.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menitikberatkan pada pemetaan kesehatan warga hingga tingkat RW.

Kerja sama tersebut mencakup penguatan layanan kesehatan anak dan remaja, kesehatan perempuan dan reproduksi, penanganan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, obesitas, penyakit degeneratif dan kanker, serta penanggulangan Tuberkulosis (TBC).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, pendekatan berbasis data dan sains menjadi kunci utama dalam program ini. Melalui pemetaan kesehatan di setiap RW, Pemkot dan IDI akan mengidentifikasi secara detail kondisi kesehatan warga, termasuk stunting, risiko ibu hamil, hingga penyakit kronis.

“Dari pemetaan itu, kita bisa mengetahui masalah kesehatan dominan di tiap RW dan menyusun langkah penanganan yang tepat sasaran,” ujar Eri.

Data tersebut akan dikelompokkan dalam klaster-klaster kesehatan, sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan dan intervensi medis. Keberhasilan program diukur dari menurunnya kasus penyakit yang seharusnya bisa dicegah, bukan dari tingginya angka kunjungan rumah sakit.

Ke depan, Pemkot dan IDI juga akan menyusun timeline program, termasuk pemenuhan kebutuhan dokter di puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu). Selain itu, pemetaan kesehatan RW akan menjadi acuan penyusunan anggaran kesehatan yang lebih presisi dan sesuai kebutuhan riil masyarakat.

Program ini direncanakan mulai diuji coba di sejumlah RW percontohan pada Mei 2026 sebelum diterapkan secara menyeluruh di seluruh Surabaya.

Sementara itu, Ketua IDI Cabang Surabaya dr. Muhammad Shoifi menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penuh program tersebut. Dengan sekitar 7.600 anggota, IDI Surabaya siap terlibat dalam identifikasi masalah, intervensi, hingga evaluasi program kesehatan berbasis data sampai tingkat RW.

“Kolaborasi ini kami yakini mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Surabaya secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News