Mauritania Kecam Pernyataan Dubes AS Soal Kendali Israel di Timur Tengah
Nouakchott, Senin 23 Februari 2026- Pernyataan Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, soal kemungkinan Israel menguasai Timur Tengah, mendapat kecaman keras dari Mauritania
Kementerian Luar Negeri Mauritania dalam sebuah pernyataan mengatakan jika narasi Huckabee bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB
Selain itu, pernyataan tersebut juga menekankan bahwa Tepi Barat, termasuk Yerussalem Timur, dan Jalur Gaza merupakan wilayah yang dikuasai Palestina sesuai dengan hukum internasional dan resolusi PBB. Dan setiap upaya untuk memaksakan kenyataan yang bertentangan dengan hukum internasional di wilayah-wilayah tersevut ditolak serta dianggap tidak sah dan tidak berlaku
Pernyataan tersebut juga berisi penegasan kembali dukungan Mauritania atas negara Palestina merdeka, beribukota Yerussalem Timur, berdasarkan perbatasan 4 Juni 1967
Sebagai informasi, Mike Huckabee membuat statement kontroversial saat menjadi tamu di podcast Tucker Carlson yang diunggah pada hari Jumat lalu. Ia mengatakan bahwa Israel memiliki ‘hak alkitabiah’ untuk menguasai seluruh Timur Tengah, atau setidaknya sebagian besar kawasan tersebut
Mauritania adalah negara Republik Islam di Afrika Barat Laut yang merdeka dari Prancis pada 28 November 1960. Terletak di tepi Samudra Atlantik dan didominasi Gurun Sahara, negara berpenduduk 5 juta jiwa ini menjadi jembatan budaya antara dunia Arab dan Afrika Sub-Sahara. Ekonomi utamanya bertumpu pada bijih besi, perikanan, dan gas alam dengan ibu kota di Nouakchott